MALAM TERAKHIR
Mentari telah bersinar terik
ketika Venus mulai membuka matanya. Ia memijit-mijit dahinya yang masih terasa
pening. Ia mencoba bangun dari tidurnya, tapi tubuhnya terlalu lemah dan
kepalanya terasa bertambah sakit jika ia memaksakan untuk bangun.
“ Eh, jangan bangun dulu Ve.
Kamu kan masih sakit “ Ucap seseorang yang keluar dari kamar mandi. Venus
memicingkan matanya untuk memperjelas pandangannya yang masih kabur. Suaranya
terdengar seperti April.
“ Kamu mending nyenderan dulu
ke bantal deh, biar agak enakan “ Lanjutnya lagi.
“ Ril, ngapain kamu pagi-pagi
ada disini? “ Tanya Venus heran setelah ia yakin orang itu adalah April. Jam
baru menunjukkan pukul delapan pagi, tak biasanya April datang ke rumahnya
sepagi ini.
“ Kan emang dari tadi malem
juga aku ada disini “ Jawab April sambil memberikan segelas susu dan sepotong
roti. Venus ingat tadi malam ia memang pulang diantarkan April naik taksi, tapi
setelah itu ia tak ingat apa-apa lagi. Venus tersenyum lemas, ia langsung
melahap roti dan menghabiskan susu yang diberikan April.
“ Pelan-pelan Ve makannya! Kamu
kaya yang kelaperan aja? “
“ Emang. Dari kemaren siang aku
kan belum makan Ril. Ya maklum aja kalau hari ini aku makannya lahap. Ya
itung-itung pelampiasan gitu “ Sahut Venus menjulurkan sedikit lidahnya.
Terlihat April
menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. “ Pantesan aja kamu sakit. Orang
dari kemaren kamu belum makan. Dasar ya, bisanya bikin orang khawatir aja “ Ucap
April dengan nada sedikit kesal.
Venus nyengir. “ Maaf “
Tiba-tiba seseorang membuka
pintu. Sosok Irene muncul dari balik pintu sambil membawakan segelas air putih.
“ Kamu udah bangun ? Tadi malam
kita semua khawatir banget, kamu dateng sambil dibopong sama April. Muka kamu
pucat, badan kamu juga panas dingin gitu “ Ucap Irene sambil menempelkan
tangannya ke dahi Venus. Ia ingin mengecek apakah anaknya itu masih sakit atau
sudah lebih baik.
Irene memberikan obat berwarna
kuning dan merah pada Venus. Venus langsung meminumnya. “ Kamu beruntung sekali
Ve punya sahabat seperti April. Dia udah baik banget mau mengantarkan kamu,
udah gitu dia nungguin kamu dari tadi malem.. Jarang-jarang lho Ve ada orang
kaya April. Jadi kamu mesti bersyukur “
Terlihat muka April sedikit
memerah.
“ Udah mah, jangan muji dia
terus. Tuh liat mukanya sampai merah gitu, udah kayak kepiting rebus “ Goda
Venus.
April cemberut.
Venus tersenyum, lalu
mengacak-ngacak rambut April yang belum kering. “ Aku bersyukur, bahkan sangat
bersyukur bisa punya sahabat kaya dia.” Ucap Venus terdengar tulus.
“ April udah kayak saudara aku
sendiri. Aku beruntung karena Allah udah ngirim dia dikehidupanku, dan aku
sangat bahagia karenanya “ Ucap Venus tulus.
Terlihat muka April kembali
memerah, dengan cepat ia tersenyum. “ Aku juga beruntung karena Allah udah
ngirim kamu dan aku juga bahagia banget bisa punya sahabat kaya kamu “ Ucap
April sambil memeluk Venus.
Irene tersenyum melihat
hubungan persahabatan anaknya, ia berharap hubungan yang sudah seperti saudara
itu takkan pernah lekang oleh waktu.
“ Ya udah, mamah turun dulu ya
mau nyiapian makan buat ntar siang “ Ucap Irene sambil mengecup dahi anaknya.
Venus dan April mengangguk berbarengan.
Venus dan April memperhatikan
Irene sampai bayangannya hilang dibalik pintu. Untuk sesaat mereka terdiam,
entah apa yang dipikirkan keduanya.
“ Ada sms atau telepon yang
masuk engga Ril ? “ Tanya Venus memecah keheningan.
April mengangguk. “ Banyak. Aku pusing dengerin handphone
kamu yang terus bunyi, ya... jadi aku matiin aja “ Jawab April tersenyum
seperti merasa sedikit bersalah.
Venus mengambil handphonenya yang berada didekat lampu
tidurnya. Kemudin ia menghidupkan handphonenya. April benar, memang banyak
sekali sms dan miscalled yang masuk. Dari Puteri – ketua osis, Kiran – ketua
pelaksana acara prom night termasuk dari Rafa dan Dylan. Ia memilih membuka sms
dari Rafa terlebih dahulu.
Tadi malam perasaan
aku enggak enak bgt
Km tiba-tiba pulang tanpa bilang ke siapa-siapa
Kita semua yg ada
disini khawatir
# Rafa #
Venus membuka sms selanjutnya.
Beneran km enggak apa-apa ?
Kenapa km enggak balas sms aku ?
Telepon aku juga enggak diangkat
Aku jadi tambah khawatir ..
Aku harap km baik-baik aja
# Rafa #
Venus memilih membuka sms yang terakhir dikirim Rafa.
Entah berapa sms yang ia kirim, tapi Venus yakin sms itu isinya menanyakan
tentang keadaan dirinya.
Morning ..
Malam ini aku mau ngajak km
ke suatu tempat
Besok pagi aku
berangkat ke Paris ..
Jadi, aku ingin
malam ini kita bs menghabiskan waktu
bersama ..
Malam ini adalah malam trakhir
aku bisa ketemu km
Aku harap kita bisa ketemu ..
# Rafa #
Venus tersenyum melihat sms-sms yang dikirim Rafa. Ia
segera membalasnya, ia tak ingin membuat sahabatnya itu bertambah khawatir.
Sorry baru balas ..
Tadi malam aku udh tidur soalnya cape banget ...
Maaf tadi mlm aku pulang enggak bilang-bilang
Aku cuma enggak mau
ngerusak pestanya ..
Iya fa, bisa ko ..
aku jg ingin malam ini kita bisa ketemu ..
jam 7 km jemput aku ya
..
# Venus #
Venus menekan tombol send, lalu ia segera membuka sms dari
Dylan.
Berkali-kali aku telepon km tp enggak km angkat
Mungkin km marah, sebal, kesal sama aku ..
Beribu maaf aku berikan pun
sepertinya takkan mampu membuat km maafin
aku
maaf atas kejadian di pesta tadi ..
saat aku berdansa dengan Irish enggak seharusnya aku melakukan itu
# My Dyie #
Venus langsung membuka sms Dylan yang terakhir dikirim.
Ve ? ..
Maaf ..
Maaf .. Maaf ..
# My Dyie #
Lagi-lagi Venus tersenyum setelah membaca sms. April
mengerutkan alis melihat ekspresi sahabatnya itu. Terlihat tangan Venus
mengetik sebuah sms.
Maaf. Aku baru bangun, tadi malam aku lelah
sekali ..
Jadi sampai rumah aku langsung tidur ..
Maaf kalau aku membuat km khawatir ..
Enggak apa-apa sayang, aku
enggak mrh ko ..
Km enggak perlu merasa bersalah seperti itu ..
# Venus #
Venus menekan tombol send, lalu menyimpan kembali
handphonenya ditempat semula. Ia harap hari ini akan lebih menyenangkan
dibandingkan kemarin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar